Proyek pembangunan Tol (cigatas) Cileunyi-Garut-Tasikmalaya, yang memiliki panjang 70 km, akan di tambah menjadi 100 km, dengan jalur baru ke Ciamis-Banjar.
Rencana perpanjangan tol tersebut di ungkapkan Iwa karniwa (sekda) sekretaris daerah jawa barat, setelah melakukan pertemuan bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Dari hasil pertemuan membahas masalah masuk alternatif masuk tol cigatas, yang menghasilkan 3 alternatif trase masuk tol tersebut, yang trase tersebut punya kelebihan dan kekuranganya.
Akses tol Cigatas yang akan tembus hingga ke Banjar jawa Barat menghabiskan anggaran hingga Rp 5 trilliun, dan rencana tersebut akan di perpanjang sampai Cilacap hingga Yogyakarta untuk program lebih lanjut.
Untuk 3 hasil alternatif trase tersebut meliputi :
1. Kontuk perbukitan, tidak rawan longsor, tidak melintas ke area pesawahan.
2. Memotong area pesawahan, kondisi tanah lunak.
3. Kontur tanah kondisi berbukit dan rawan longsor.
Aalternatif pertama menghabiskan dana Rp 5,14 trilliun yang meliputi biaya kontruksi dan konsulta Rp 2,4 trilliun, Pembebasan tanah Rp 1,07 trilliun, alternatif ke dua menghabiskan dana Rp 5,374 trilliun meliputi, Rp 2,9 trilliun untuk kontruksi, dan alternatif ketiga menghabiskan dana Rp 5,86 triliun meliputi, kontruksi sebesar Rp 3,14 trilliun, untuk semua biaya belum termasuk pajak, kata Iwa Karniwa.
Untuk pembangunan kontruksi tergantung dari proses pembebasan lahan, yang nantinya akan ada beberapa rekanan untuk pengerjaanya, 2017 mendatang akan mulai pembebasan lahan seterusnya di 2018 mulai lelang kontruksi.
Iwa mengatakan perkembanganya saat ini dalam proses pendetilan yang diperdalam oleh tim teknis dari BPJT, konsultan dan Dinas Bina Marga Jawa Barat, dan pemerintah pusat tinggal ambil pilihan badan usaha atau investor dan untuk peminatnya baru muncul dari negara malaysia dan korea.